Muk-bang
Cuma di Korea Selatan kayaknya kita harus membayar mahal hanya untuk nonton dan ngobrol dengan orang yang sedang makan. Yep, saat ini Korea Selatan emang lagi demam muk-bang. Apa tuh, muk-bang? Kalau diterjemahkan muk-bang berarti eating broadcast. Lebih jelasnya, muk-bang merupakan video live streaming di TV internet yang menampilkan seseorang sedang makan dalam porsi besar sembari ngobrol dengan orang yang menonton.
What?! Wajar kalau sebagian besar dari kita menganggap konsep acara ini aneh. Soalnya, di Indonesia sendiri emang nggak ada acara sejenis muk-bang. Tapi, hebatnya di Korea Selatan acara ini punya ribuan penonton setia. Saking populernya, dari 5000 live streaming channel yang siaran setiap hari, sekitar 250 channel khusus menyiarkan muk-bang. Udah pasti, buat menonton video muk-bang ini nggak gratis! Rata-rata para penonton muk-bang akan dikenai biaya 100 won atau Rp140.000,- untuk sekali menikmati acara ini. Emang, kayak apa sih muk-bang?
Makan Besar, Untung Besar
Lewat wawancara dengan CNN, salah satu pemilik channel muk-bang yang paling terkenal, The Diva (33), menceritakan bagaimana jalannya acara. Mulai pukul 08.00 malam, cewek bernama asli Park Seo-Yeon ini biasanya memulai siaran ditemani sejumlah besar porsi makanan. Pelan-pelan, The Diva mulai menghabiskan makanan yang tersedia di depannya satu demi satu.
Jangan kaget dengan nafsu makannya! Walaupun berbadan langsing, The Diva bisa memakan empat pan pizza ukuran besar sampai 3 kg daging sapi dalam sekali siaran. Dahsyat nggak tuh! Nah setelah makan, biasanya dua sampai tiga jam terakhir acara dimanfaatkan The Diva untuk chatting dengan para penontonnya. Dalam sehari acara mukbang milik The Diva ini bisa berlangsung 4-6 jam dan disiarkan di internet melalui situs TV Afreeca.
Menonton muk-bang bukan cuma nafsu makan Si Pemilik acara yang bakal bikin kita bengong, Girls! Pendapatan yang diperoleh channel muk-bang ini luar biasa besar. Bayangin aja, setiap bulan The Diva bisa menghasilkan USD9.300 atau lebih dari Rp100 juta. Kalaupun dihitung dengan biaya yang dikeluarkan untuk membeli makanan sebagai properti syuting, yang tiap bulan mencapai USD3000 atau Rp35 juta The Diva kayaknya masih tetap meraup untung besar!Belum lagi pendapatan dari para sponsor makanan, yang meminta The Diva untuk memberikan komentar tentang produk mereka. Nggak heran, kalau The Diva memilih keluar dari pekerjaan sebelumnya sebagai konsultan real estate. Hm..., siapa sangka ternyata punya nafsu makan besar bisa diubah jadi profesi?
Kenapa Muk-bang Jadi Trend?
Muk-bang sendiri mulai menjadi trend di Korea Selatan sejak 2009 kemarin. Fenomena ini banyak terinpirasi dari acara celebrity food, menampilkan para artis Korea yang mencicipi dan memberi komentar tentang makanan selama acara berlangsung. Sejak saat itu banyak orang yang meniru dengan menyiarkan aktivitas makan mereka melalui internet.
Jumlah pengguna internet yang besar di Korea Selatan makin memungkinkan trend muk-bang melejit cepat. Sekitar 78,5% dari populasi warga Korea Selatan, punya smartphone yang memiliki aplikasi TV streaming. Sementara itu, ada 7 juta orang Korea berpergian menggunakan Seoul Subway Network yang dilengkapi fasilitas untuk memudahkan penggunaan internet seperti wi-fi. Sebagian besar pengguna subway ini biasanya memilih menggunakan internet untuk menonton TV streaming, termasuk muk-bang. Selain internet, budaya Korea juga jadi penyebab makin meluasnya fenomena mukbang.
Makan Sebagai Budaya
Untuk orang Korea, ternyata makan merupakan sebuah aktivitas penting dalam budaya dan tradisi. Makan menjadi momen ketika orang-orang dapat bersosialisasi satu dengan yang lain. Saking pentingnya aktivitas makan dalam tradisi, menurut profesor Sung-hee Park, kata ‘keluarga’ dalam bahasa Korea berarti ‘orang-orang yang makan bersama’. Namun pentingnya makan sebagai aktivitas sosial ini, justru berbanding terbalik dengan banyaknya warga Korea yang sekarang banyak memilih tinggal seorang diri tanpa menikah atau keluarga.
Rasa kesepian ini akhirnya membuat banyak orang Korea memilih untuk menonton muk-bang sebagai teman makan. Dalam wawancaranya dengan CNN, The Diva mengaku kalau kesepian membuatnya terinpirasi untuk memulai channel muk-bang. “Banyak teman-temanku yang sudah menikah, sementara aku masih hidup seorang diri. Ketika mau memulai channel sendiri dua tahun lalu, aku sempat menonton banyak acara untuk referensi dari dance sampai aktivitas outdoor. Tapi hobiku sendiri adalah makan dan ternyata, banyak orang merespon kegemaranku ini,” ujarnya.
Tahu nggak sih, Girls? Walaupun acara muk-bang mayoritas menampilkan cewek cantik yang sedang makan, tapi jumlah cowok yang menonton acara ini justru sedikit.
Cewek Diet Jadi Penonton Setia
Buat yang mengira cowok yang mendominasi penggemar muk-bang, salah besar tuh! Channel muk-bang justru lebih banyak ditonton oleh cewek daripada cowok, dengan perbadingan rasio 60:40. Nggak usah heran! Soalnya menurut The Diva, sebagian besar cewek yang menjadi penggemar muk-bang adalah mereka yang sedang melaksanakan diet ketat atau tengah dirawat di rumah sakit.
“Sebagian besar penontonku sedang menjalankan diet dan dengan menonton mereka seolah-olah ikut menikmati makanan. Ada juga pasien rumah sakit yang hanya makan makanan rumah sakit dan menonton channel-ku,” ujar The Diva yang sering dipuji karena cara makannya sukses bikin orang ikutan lapar.
Menuai Komentar Pedas
Tampil di muk-bang, yang memiliki konsep acara unik dan beda udah pasti menuai banyak kritik. The Diva mengaku suksesnya ini seringkali mendapatkan komentar pedas. “Kadang aku mendapatkan komentar pedas yang membuatku berpikir mengapa aku masih melakukan ini (muk-bang). Tapi, akhirnya selalu ada komentar positif yang membuatku bahagia dan memutuskan melakukannya lagi,” cerita The Diva.
Salah satu komentar yang membuat Diva bersemangat, ketika salah satu penggemarnya mengaku terbantu sembuh dari anoreksi (gangguan pola makan) setelah menonton channel-nya. Saking cintanya dengan pekerjaan ini, The Diva mengaku nggak terganggu kalau kehidupan pribadinya mulai disorot. Jam kerjanya yang panjang, enam jam setiap hari bahkan dinikmatinya. “Muk-bang is a lot more fun,” ujarnya.
Bonus: The Dive Muk-Bang
https://www.youtube.com/watch?v=RX_nT1CKguw
Hm..., cuma di Korea kayaknya yang bisa makan sambil dibayar. Yang hobi makan, tertarik coba profesi ini?
Oke, sampai disini perjumpaan kita. Sampai bertemu di artikel berikutnya...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar